Showing posts with label Refleksi. Show all posts
Showing posts with label Refleksi. Show all posts

Tuesday, July 21, 2009

Simplest Prayer

Thanks God.

Hanya kata itu yang terucap, setelah segalanya berlalu. 2 bulan lebih lamanya dari sejak pertama kalinya gw membuka buku mikrobiologie. Persiapan panjang itu gak direncanakan. Awalnya pikirannya bisa bikin ujiannya akhir juni, sebelum bikin ujian2 yang lain. Akhirnya sempat dapat tanggal ujian di tengah juli, diundur lagi jadi hari ini. Hampir 1 bulan ujian ini tertunda. Jadwal belajar yang tadinya sudah kelar sampai kira2 akhir juni, kacau karena di antara selang waktu itu sudah ada beberapa ujian lain. Harus belajar bahan yang lain, terus ulang baca mikrobio lagi, ngingat lagi apalan yang kemaren, sampai pada hari ini kepala gw cuma kosong. Gak bisa ngapalin lagi. Gw merasa jenuh dan down. Seharusnya dengan perpanjangan waktu persiapan tambah lama tapi yang ada sekarang tambah merasa gak siap. Pasrah...

Ujiannya juga biasa2 aja, banyak pertanyaan aneh yang gak bakal kejawab kalo belajarnya cuma dari buku dan bahan2 yg gw pelajarin kemaren. Tapi masih cukup buat lulus.
Kecewa dengan nilai yang diraih ? Iya. Tapi jika waktu bisa diputar ke belakang lagi, dengan pertanyaan2 yang sama, nilai gw pun gak bakal beda jauh. Jadi emang cuma segitu hasilnya, mau diapain lagi juga.

Sebagai tambahan, paragraf pertama ditulis pagi2 sebelum ujian dimulai, karena mengingat agak lama dan ribetnya perjuangan buat bikin ujian ini, cape dan jenuh. Seharusnya ucapan syukur yang terucap setelah semuanya berlalu.
Yang terjadi malah sempet merasa kecewa.
Betapa mudahnya orang merasa kecewa tapi betapa sulitnya untuk bersyukur. Thanks God, doa paling sederhana. Syukur karena bagaimana pun pasti itu adalah yang terbaik. Doa yang paling tulus jika diucapkan spontan setelah kesulitan, tantangan, cobaan lewat. Hal yang seharusnya terpikir pertama kali.

Gw pun harus segera berdiam diri sejenak, hening dan bersyukur. terima kasih Tuhan, ujian ini akhirnya lewat juga.

(Mat 6:7)

Monday, March 16, 2009

Gw Mulai Pusing

Setelah sekian lama berhenti menulis blog, akhirnya mulai lagi dah. Kali ini sebuah inspirasi atau ide atau refleksi atau apalah namanya, sayangnya cuma buat masalah gw sendiri, bukan umum.
Gw harus mengakui semakin lama blog gw semakin 'hitam'. Tanpa sadar mulai banyak muncul ketidak yakinan diri, rasa pesimis yang menandakan keadaaan gw yang makin stress dengan hidup. Kenapa gw begini? Gw gak bisa bilang soalnya gw gak mau curhat abis2an di sini. Mungkin... mungkin saja salah satu nya bisa jadi posting sendiri setelah ini. Sekarang salah satu yang lain yang bisa gw sebutin langsung adalah kuliah ( bisa ditebak kan). Berawal mula dari ujian Elektrotechnik + Regelungstechnik ( teknik pengaturan lah bahasa indonya) tanggal 9 april. Emang sebenernya salah gw karena gw gak pernah datang kuliahnya Regelungstechnik ini, jadi buat bagian ini gw musti baca2 sendiri skrip kuliahnya. Gak langsung ngerti dan mulai pusing, kenapa oh kenapa kuliah di jerman susah banget. kenapa gw gak pindah ke FH aja. Bukankah dari awal sudah gw rencanain gw cuma mau di FH bukan uni, ok waktu itu gak diterima di FH, tapi kenapa waktu semester 2 gak pindah aja, kan bisa.
Akhirnya gw pasrah karena memang itu mungkin begini jalan yang dikasi oleh Yang di Atas. Jalan itu adalah jalan uni. Sayang kalo pindah, udah semester gede gini, apalagi ganti ke bachelor, malah tambah rugi lagi. Bachelor kan cuma setara s1, diplom ing gw setara s2.

Inspirasi/ide ini muncul ketika sedang kerja tadi pagi.
Gw pengen kuliah cepet, gw pengen lancar, pengen tahun 2012 lah lulus. Target itu wajar, masuk akal dan bisa diusahakan. Cuma masalahnya kenapa pikiran pengen cepet lulus malah jadi beban ya. Ok umur, gak mau lulus ketuaan.
Wajar kalau misalnya dengan pikiran itu gw pengen cepat2 menyelesaikan kuliah. Pikiran gw straight forward kayak gitu, tapi rasanya gw kekurangan sesuatu, yaitu hidup itu sendiri. Gw selalu kepikiran ujian ini biar gw lagi gak belajar. Iya gw takut banget kalau misalnya kuliah tambah lama jika gw nunda ujian ataupun gak lulus. Lulus ujian ini adalah suatu keharusan supaya beban semester depan gak bertambah. Sebenernya gw uda give up ujian lain yang bisa gw bikin semester ini. Gak keburu belajarnya dan gak PD yang akhirnya membuat gw setidaknya harus lulusin ujian elektro + regelungstechnik ini.
Gw lupa untuk menikmati hidup. Ok gw memang merasa gak terlalu bahagia dengan hidup ini. Tapi masih banyak yang bisa gw lakukan. Yang kepikiran tadi pagi sebenernya adalah paragraf pertama dari posting yang ini.
Gw review lagi cerita gw di masa ini. Saat itu yang jadi keinginan gw adalah sertifikat kelulusan seminari yang artinya bertahan sampai kelas 3 SMU. Beban gw saat itu adalah panggilan imamat ini mau diapain. Terus diperjuangin atau tidak ? Jawabannya tidak yang tentunya berlawanan dengan keinginan bertahan sampai lulus kelas 3. Pertentangan ini yang terus menerus terjadi. Satu hal yang teringat, pada tahun terakhir itulah saat yang bahagia. Bahagia karena gw melupakan semua beban, semua tujuan, semua pikiran. Gw menikmati semua hal yang masih bisa gw lakukan di asrama itu dan saat itu gw merasa happy walau pada menjelang kenaikan kelas gw harus kembali ke masa awal. Tapi itu yang mengingatkan gw kembali pentingnya menikmati apa yang bisa gw nikmatin di sini sebelum kembali ke masalah. Gw gak bisa terus2an mikirin ini terus. gw kadang harus bisa melupakan apa yang jadi beban gw dan nikmatin hidup.

Bukan berarti ayo sekarang gw lupain aja ujian ini, engga. Yang harus gw ingat cuma jangan sampai kuliah membatasi semua keceriaan hidup. Gw harus belajar untuk tetap belajar mempersiapkan ujian ini tapi juga melakukan hal lain yang membuat hati ini senang. Waktu masih banyak, belajar pelan2 dan sabar seharusnya bisa.

Saturday, December 27, 2008

Sebuah Refleksi Natal

Natal dirayakan bersama seluruh umat kristiani di dunia sebagai kelahiran Yesus Kristus. Yang unik dari pesta ulang tahun ini adalah tanggal ulang tahun ini ditetapkan, karena emang gak ada yang tahu tanggal berapa sebenarnya Yesus lahir. Makanya gak semua umat kristiani merayakan natal tanggal 25 desember. Pada masa gereja awal gak ada yang namanya pesta natal, peristiwa yang paling dahsyat waktu itu adalah kematian dan kebangkitan Yesus. Pada akhirnya orang ingin juga mencari tahu kapan lahirnya Yesus dan menetapkan sebuah hari.

Natal sudah dirayakan lebih dari 1500 tahun di eropa dan baru ada di indo ratusan tahun lalu. Setelah 1 millenium lebih natal lama2 bukan jadi perayaan iman, tapi jadi tradisi saja saking lamanya. Makanannya, lagu2, kado2, hiasan2. Secara suasana, di eropa pasti lebih terasa, belum tentu secara iman. Gw pengen nulis tentang refleksi gw sendiri tentang natal kali ini.
Karena sekarang perayaan kelahiran maka pertanyaannya simpel aja, untuk apa kita dilahirkan?
Pertanyaan ini muncul gara2 gw masih merasa ada yang kurang, hampa dan ketidak puasan dalam hidup gw sendiri.
Harusnya bukan cuma sekedar kado dari Tuhan buat nyenengin orang tua. Ada makna yang lebih dari itu seperti yang tertulis
' mata-Mu melihat selagi aku bakal anak dan dalam kitab-Mu semua tertulis hari hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya ' ( Mamur 139:16 )
Mencari tau apa gunanya hidup yang sudah diberikan. Kadang2 makna hidup bisa dicari lewat renungan dan refleksi diri atau bisa ditemukan dari orang2 lain yang ada di sekitar kita. Kadang2 gw merasa sangat bersemangat, kadang2 engga seperti sekarang. Gw lagi gak bisa nemuin makna hidup sendiri dan gak bisa juga juga nemuin dari orang lain. Gw merasa untuk kali ini
gw merasa kesepian, tapi untungnya masih bisa kumpul2 sama teman2 di sini.

Balik ke natal, Yesus sempat mengatakan sendiri untuk apa kedatangannya, salah satunya untuk memanggil orang berdosa supaya bertobat. ( Lukas 5:32 ).
Natal juga harusnya menjadi tanda untuk kelahiran kita menjadi manusia yang baru. Mari bersama2 lahir kembali bersama Yesus karena seseorang harus dilahirkan kembali (Yohanes 3:3) supaya pikiran dan roh kembali diperbaharui ( Efesus 4:22-23) dengan contoh konkret yang bagus sekali ada di ayat selanjutnya (Efesus 4:28).
Kalau perbuatan kita baik, kita akan menjadi terang dunia / teladan buat orang di sekitar (Matius 5:16 ).

Balik lagi ke gw sendiri, ini bisa jadi makna hidup gw yang baru. Cuman gimana realisasinya ? Contoh perbuatan yang konkret jarang ditulis di kitab2 suci. Semua harus direfleksikan sendiri menurut keadaan masing2. Mungkin jawabannya ada di orang lain, pengen tau mungkin saja ada orang yang merasa senang dengan kehadiran gw. Kepada mereka itulah gw merasa mempunyai
damai natal. Sukacitamu adalah berkah buat gw karena sukacita sejati itu kalau kita bisa bikin orang lain senang.
Gw harus jujur jawaban dari alkitab sama sekali tidak memuaskan karena terlalu umum. Sekarang2 ini masih jadi masa2 yang bikin gw merasa desperate. Usaha gw sekarang cuma 1, mencoba mengenal banyak orang dan melihat apa gw bisa memberi sebuah senyum di wajah mereka.

Sunday, November 2, 2008

Email Untuk Sahabat

Sebuah jawaban buat temen yang khawatir karena abis baca posting Arti Sebuah 24


waduh gw si ga tau kalo kesan lo negatif. btw lo baca posting blog gw yg mana ? yang paling baru ?
hmmm gak tau deh, kan di situ ada 3 bagian, kalo lo cuma baca bagian pertama aja bisa aja berkesan negatif. padahal gw paling menghindari kesan negatif dalam setiap posting. baca juga deh posting paling paling pertama gw yg isinya pendahuluan.
lo rajin bacain blog gw gak boobs ? atau baru sekali ini aja ?
yah kalo yang kali ini berkesan negatif mungkin gw emang lagi gak optimis aja. kalo lo ikutin blog gw dari awal sampe akhir mungkin lo bakal dapat bayangan gimana keadaan kuliah atau hidup di sini. dan itu emang gak gampang, gw bakal terus ngalamin pasang surut tapi gw gak bakal sampai segitu stress kayak yg lo kira sekarang. makanya blog gw juga adalah refleksi untuk bisa bersyukur dan mengambil semua nilai positif, seperti yang ada di pendahuluan. gak boleh ada negatif thinking.

jadi ok kalo bagian pertama jadi pelanggaran aturan blog gw sendiri, susah juga si taat terus. mudah2an lo baca juga bagian kedua sama ketiga dari posting terbaru gw. bagian pertama berisi sedikit kekhawatiran dan filosofi, bagian kedua isinya cerita singkat 1 hari ulang tahun gw dan bagian ketiga refleksi, harapan buat kedepan.

mulai dari bagian pertama, filosofi mengenai umur yng sebenarnya berkurang. itu sebenarnya pertanyaan, 1 tahun terakhir dari ulang tahun kemaren uda apa aja yg gw capai. kita punya rencana buat di masa depan tapi dengan berlalunya 1 tahun apa kita makin dekat dengan tujuan itu atau malah belum bergerak sama sekali. juga untuk mengingatkan umur manusia terbatas, jika 1 tahun sia2 terbuang tanpa ada usaha mungkin semuanya bakal terlambat. mo nunda2 sesuatu juga bisa, kayak mo 1 semester nyantai kuliah, tapi ada gunanya gak ? kalo bisa dikerjain sekarang kenapa nunda2.
dan di situ juga kekhawatiran gw, apa gw sudah melakukan semuanya dengan benar selama 1 tahun kemaren ?

bagian ketiga itu refleksi yang harus menjawab bagian pertama. di sini gw bersyukur karena gw bisa kelarin vordiplom kemaren. mengenai vordiplom gw gak mo jelasin lagi, ada semua tulisannya. syukur juga karena ekonomi stabil selama setahun terakhir.
minimal 2 hal itu deh yang bikin 1 tahun terakhir ini gak bakal pernah gw sebut sia2.
yang mungkin belum gw ceritain kenapa gw pikir gak bakal bisa kelarin kuliah tahun depan.
kuliah gw itu 10 semester dan sekarang gw semester 7, jadi logis donk kalo gw bilang gak mungkin lulus tahun depan. review buat semester 4 dan 5 belum gw bikin. buat semester 6 uda ada sedikit banyak ceritanya. dasar idenya juga blog ini juga buat mendokumentasikan masa kuliah gw, tapi karena real timenya baru mulai dari desember 2007 sedangkan waktu itu gw uda ampir 4 tahunan, jadi masa2 sebelumnya agak sulit ceritain ulangnya secara detail. minimal bisa bikin reviewnya aja.
jadinya gw juga gak bisa mikirin yang aneh2 kayak kawin ato kerja kalo kuliah juga belom kelar.

jadi gitu loh penjelasannya boobs, yah mudah2an bisa menenangkan sedikit kekhawatiran lo buat gw. perhatian aja lo ah.

Friday, October 24, 2008

Arti Sebuah 24

Bagian pertama

Judul pertama yang kepikiran buat post kali ini sebenernya adalah 'I Hate my Birthday'. Yes,
bentar lagi ulang tahun gw yang ke 24. Meminjam inspirasi dari blog teman, apa yang terjadi di ulang tahun sebenarnya ?
Orang2 selalu mengucapkan selamat karena umur bertambah 1, tambah dewasa dll. Yang sebenarnya terjadi adalah umur seseorang berkurang 1 dan ini yang bikin gw benci ulang tahun. Harapan hidup berkurang tetapi apa sih yang sudah gw lakukan terhitung dari ulang tahun ke 23 kemarin. Begitu banyak rencana dan harapan tapi cuma sedikit sekali waktu. Udah sedikit berlalunya cepet lagi.
Apa sih yang udah gw capai dalam waktu setahun terakhir ini ?
Absolutly nothing atau 'engga juga ah, ada juga yang uda gw kerjain'. Selain itu ada juga kekecewaan dan kekhawatiran dengan bertambahnya usia, seperti kuliah, karir, kedewasaan diri, jodoh dan lain lainnya. Seperti itulah kira2 pikiran gw.
Apakah gw masih bisa tertawa dan tersenyum di ulang tahun gw sendiri?
Mungkin juga ulang tahun bukan sesuatu yang harus dibenci. Mungkin juga gw masih bisa tersenyum, karena biasanya di hari itu orang bakal lebih banyak terima telepon atau sms. Mungkin juga ada kejutan kecil kecilan. Jadinya ketauan deh siapa saja yang peduli dan ingat sama gw. Atau mungkin juga gak ada yang ingat sama sekali sama ulang tahun gw. Kalaupun begitu kasusnyamungkin harus diadain perayaan kecil2an supaya pada tau, tapi sampe saat ini masih gak tau mo dirayain gimana supaya gak garing sendirian.

Pada akhirnya gw kasih judul post ini seperti yang tertera di atas, karena ulang tahun tetap
suatu anugrah bukan sesuatu untuk dibenci, gak peduli betapa merana atau susahnya hidup. Tetap bakal ada suatu arti dalam setiap ulang tahun yang harus dicari. Jadi buat apa gw benci sama ulang tahun diri sendiri.

tertanggal : 20 oktober tengah malam.



Bagian kedua

Menunggu sampai jam 12 malam sapa tau ada yg mo nelpon malam2. hahahah. Ngarep.
Sambilan nyoba betulin komputer yang lagi ngadat, dibaik baikin supaya gak ngambek lagi.
Bisa jadi hadiah buat diri sendiri adalah komputer baru, kalau gw gak tau lagi gimana cara
betulinnya. Padahal minggu kemaren uda beli sepatu bola, emang lagi butuh anggap aja jadi hadiah tapi bisa jadi keluar duit lagi buat beli kompi baru. Malam2 gini males kemana2 juga. Kompi ngadat dan besoknya ada praktikum, musti baca2 dulu sambil belajar, soalnya ada tes kecilnya sebelum mulai praktikum. Baca2 sampai lewat tengah malam. Terhitung cuma ada 1 sms masuk. Sebelum tidur nyatur dulu sampe ampir jam 2. Bangun2 message yg masuk lewat sms,ym, fs atau telpon tambah banyak, uda kaya orang susah aja sampe diitungin segala.
Kuliah hari ini cuma ada praktikum mikrobiologi makanan aja sekitar 3 jam. Jika baca tepat 1
posting sebelumnya, gw bilang praktikum selalu buat gw bikin stress dan bikin gw lemot. Ulang
tahun harus minimal 3 jam jadi orang lemot, waduh kasian banget deh. Makanya itu gunanya dari kemaren belajar dan baca2 buat menghindari hal itu. Tapi emang ya gak peduli ulang tahun atau hari biasa, tetep aja bencana. Terakhir kali ada praktikum mikrobio itu semester 4, 1 tahun lalu.
Banyak cara kerjanya yg gw lupa padahal cara kerjanya gak banyak beda, paling cuma temanya lebih ke makanan. Mulai grogi, orang2 lain uda mulai gw masih bingung, mikir dulu situasinya gimana baru bisa nyusun cara kerja. Kerjanya si per grup tapi sama aja deh temen grup gw juga terakhir praktikum semester 4, sama2 banyak lupa, jadi lucu deh, akhirnya kelar juga.
Sempet juga ke tempat temen buat minjam monitor 2 hari. Jika komputer gw diduga punya masalah sama hardware paling cuma monitor rusak atau grafik card yang error. Coba diselamatin dulu, masih gak rela keluar duit buat beli baru. Malamnya kebetulan ada acara arisan PPI, jadi sekalian ketemu orang2 juga deh, gak perlu pusing lagi malamnya mo ngapain. Tadinya gw rencana pengen ngajak makan beberapa temen. Kalo mo bayar sendiri2 si gpp ngajakin lebih banyak lagi, kalo mo traktir ya cuma sedikit orang aja, masih student boy di jerman lagi, kalo di indo si gpp traktir orang masih bisa jatuh murah.
Yah seneng aja, orang2 yang gw harapin ingat ulang tahun gw semuanya ngucapin, yang gw pikir gak bakal pernah ngucapin ternyata ngucapin juga.
Thanks.


Bagian ketiga

Diam sejenak dan menyadari, eh gw uda 24 tahun hidup. Selamat juga sampe umur 24, yah mungkin aja kan takdir mengatakan umur gw cuma sampe 23. Lumayan juga lah masih hidup minimal sampe 24. Jadi gimana perasaan saat ini ? Yah begitu aja dah.
Perlu ngucapin syukur apa yah sekarang ? 1 tahun dari tahun kemarin uda ngapain aja ? Kayaknya gak terlalu banyak juga deh. Tapi masih boleh lah bersyukur karena uda berhasil kelar Vordiplom, berhasil menstabilkan perekonomian dan hal hal kecil lainnya yang gw juga lupa apaan ya. Sekarang sudah harus lah mulai memikirkan mau jadi apa tahun tahun yang bakal datang.
Apa si yang biasanya dipikirin orang di umur segini ? Kerja dan karir, kuliah, merit ???
Minggu kemaren si black monkey beneran merit. Selamat menempuh hidup baru aja deh. Ngebandingin gw ma dia emang beda, buat dia waktu terasa lebih cepat, tinggal mikir gimana mo bangun keluarga, kalo gw kayaknya terasa lambat, umur segini belum bisa jauh2 mikirnya.
Gw gak bisa mikirin salah satu diantara 3 itu. Gak bakal mungkin bisa kelarin kuliah tahun depan dan otomatis mana bisa juga mulai mikir kerja serius apalagi memulai karir. Merit apalagi. Jadi apa donk yang bisa diusahakan untuk 1 tahun kedepan ? Gak ada ide. Palingan cuma persiapan buat tahun2 mendatang. Maksudnya usahain supaya setidaknya 1 tahun ini kuliah lancar, bisa nabung juga buat masa depan gak perlu nyusahin bonyok lagi biarin dana buat adek2 gw aja, nyari pacar hohohohoho. Temen sekolah gw dokter onyet selalu bilang, gw dan cinta itu ciong, tapi jangan khawatir nyet gw gak bakal pernah kapok2 kok.

Jika wish gw sekarang supaya kuliah lancar, tambah dewasa, panjang umur kurang relevan buat diri gw sendiri. Itu mah sesuatu yang terlalu umum dan gak berarti. Yang berarti itu adalah gw musti belajar gimana cara bagi waktu buat belajar dan hal lain, melawan rasa ingin bolos kuliah kalau mau kuliah lancar, belajar bersikap dan berpikir yang baik dan benar kalau pengen dianggap dewasa, belajar hidup bersih, sehat dan teratur kalau mau panjang umur.

Begitu banyak hal baik dan jelek yang uda gw lewatin, gw cuma bisa bilang makasih buat semua
orang yang uda bantu gw dan bikin hidup gw lebih indah, maaf juga kalau gw banyak salah. Syukur buat momen momen indah selama ini.

Tertanggal : 24 ke 25 oktober

Sunday, August 3, 2008

Codename Black Monkey

Black monkey itu temen gw karena emang orangnya item kayak monyet pula. Jangan marah ya nyet, kita juga punya codename sendiri2 kok. Ada 2 lagi temen gw yang lain, Big Piggy n Cute Doggy. Sama2 kenal dari smp, tapi sma misah, mereka tetep 1 sekolah dan gw berjuang di seminari. Sampe sekarang kita tetep jaga kontak.

Si Black Monkey baru propose cewenya. Waktu memang cepet bener. Gak terasa dia uda sampai di tahap yang gw dan 2 orang temen gw yang lain belom pikirin, setidaknya belom ada yang sejauh dia. Padahal kayaknya baru kemaren kita masi sering ngumpul bareng cuma buat ngadu WE atau main monopoli atau makan KFC gocengan dll.
Cute Doggy masih baru bangun karir dan Big Piggy masih berjuang dengan sekolah kedokterannya. Yang terakhir, Smiling Rabbit baru happy karena Vordiplom baru kelar dan menikmati liburan summernya. Tapi pusing juga jadinya karena kebetulan dia baru ketemu teman yang lain dan ngebawa tema yang sama, tema berat tentang masa depan. Dia sudah kerja lumayan tapi cukup desperate dan masih sakit hati karena hubungannya baru gagal. Ada rasa khawatir dan pesimis akan masa depannya jika gak bisa lagi nemuin orang yang cocok. Dia cuma bisa bilang jangan khawatir, dia masi muda, kesempatan masih terbuka, bakal ada orang lain lagi.
Jangan sampai jadi pesimis gitu. Yah mudah2an kata2 itu cukup menghibur dia.

Gw pun mikir, kondisi gw juga engga lebih baik. Karena gw masi kuliah, gw belom bisa mikir sejauh itu, tapi gara2 mereka jadi kepikiran juga. Mungkin juga sudah saatnya gw mulai memikirkan sejauh itu. Kuliah aja juga kira2 masih 3 tahunan lebih, yah emang gak ada salahnya siap2 dari sekarang. Umur emang makin nambah, tapi kadang tetep ada bagian dari gw yg masih kanak2. Yang jelas gw gak mau baru mikirin tema ini ketika gw uda lulus. Dari sekarang pelan2 harus mikirin.
Ok, cukup sekian aja. Gw malas bahas lebih jauh lagi.

Btw, selamat aja buat Black Monkey atas keberhasilannya. Moga2 bisa lancar sampai gw dapet undangan resminya.

Friday, July 18, 2008

Semester 6

It was 21st january when i first time wrote about the oral test.
Sekitar 6 bulan yang lalu. Selama itu juga gw khawatir sampai hari ini, 18 juli. Sebuah kesempatan terakhir untuk menyelamatkan kuliah gw di sini yang gw tulis di postingan selanjutnya.
Waktu itu semester belum selesai, masih ada beberapa ujian yang harus ditulis. Ketika semuanya beres, jelas sudah ujian oral biochemie ini jadi the last test before pre-diplom / vordiplom, tahap dimana semua mata kuliah dasar uda beres. Saat itu semester 5.

Begitu masuk semester 6 gw mau gak mau harus membuat misi darurat. Prüfungsamt alias sekretariat ujian bilang sebelom vordiplom atau semua mata kuliah dasar kelar, ga boleh ikut ujian mata kuliah khusus tanpa kecuali. Gw jadi korban sistem kuliah jerman. Dengan demikian semester 6 gw cuma bisa ambil 1 ujian doank dari mata kuliah dasar yang tersisa, ya biochemie itu. Sebenernya si bisa aja ambil ujian dari mata kuliah khusus tapi harus dengan persetujuan dosennya dan dosennya harus nahan nilai gw sampai kelar vordiplom, baru dilaporin ke Prüfungsamt. Seolah olah gw nulis ujiannya setelah vordiplom kelar.
So please jangan nanya kok lama kelar kuliahnya. Sistem begini ada buat program diplom ing ( gak tau deh di kota lain gimana), di mana orang bisa aja cuma berhak nulis 1 ujian di 1 semester. Gimana mau cepet lulus.

Jadi misi darurat itu adalah mempersiapkan diri sebaik baiknya untuk ujian. Selama 4 bulan dari awal semester belajar sedikit demi sedikit dimulai. Masuk kelas terus jangan sampai bolos. Setidaknya jadi ngerti semua apa yang diomongin dosen di kelas. Yah uda 2 kali gagal ujian masa masih belum ngerti juga sih. Strategi belajar baru bisa dipikirkan setelah dikasi tanggal buat ujiannya, yaitu tanggal 18 juli, hari ini. Referensi buku ada 2, kuliah masuk terus, skript kuliah dibaca bener2, belajar bareng temen yang sama2 oral sekalian belajar ngomong jermannya. Berbulan bulan hanya untuk 1 ini aja. Pelajaran lain cuma bisa ikut kelasnya doank, ujiannya belum tentu, buat apa dipikirin.

Singkat cerita, hari ini jadinya gimana ?
Gw nyampe di institutnya lebih awal dan gw nervous. Rasanya seperti pertama kali gw datang ke jerman, seperti pertama kalinya gw ngurus bank, rumah dengan bahasa jerman, seperti sebelum nembak cewe.
Tapi setelah 4 tahun lebih di sini, belajar + latihan ngomongnya, gak kebayang kalo masih kesulitan
untuk menjelaskan apa yang uda gw pelajari. Gak kebayang juga kalo persiapan 1 semester tidak cukup buat meluluskan ujian ini. Iya gw lulus.
Nilainya tidak terlalu bagus tapi engga juga di pinggir jurang. Terakhirnya gw nanya kenapa cuma dapet segini, terkesan kayak engga puas. Bener pada awalnya gw emang berharap lebih bagus lagi nilainya.

Ujiannya sendiri emang gak terlalu lancar. Ada beberapa pertanyaan gw gak terlalu paham. Penjelasan gw kurang memuaskan dosennya. Katanya si kalau ujian oral itu, hindari jawaban ' saya tidak tahu'. Itu bener2 gw pegang. Tapi ada beberapa penjelasan gw yg belum cukup, ga tau musti ngomong apa lagi, pengennya si minta skip aja ke pertanyaan berikutnya. Yang membuat gw akhirnya bersikukuh sama jawaban gw. Salah juga kalau begini.
Harusnya dosennya uda ngeliat gw uda kebingungan, dia kasih hint tapi tetep aja gw ga nangkep dan gak ada ide buat ngoreksi jawaban gw. Udah gak mungkin lagi jawaban bener keluar dan waktunya ganti pertanyaan. Tapi seolah2 dia pengen liat jawaban apa yang bakal gw sebut, another bullshit or desperately, honestly: pak dosennnnnn geblek, gak liat apa gw uda bingung kayak gini, hint lo uda gak bisa bantu gw lagi, skip donk, next question plzzzzzzzzzzzzzzzzzz. Atau singkatnya ' saya tidak tahu'.

Katanya itu yang bikin jelek. Tip aja, dosennya juga bilang kalau memang uda mentok jawaban 'saya tidak tahu' lebih baik daripada jawab yang sifatnya spekulasi. Kalau uda jadi insinyur, anak buah nanya dan kita jawabnya pake sotoy dikit, bahaya bisa jadi salah kaprah buat anak buah. Lagian orang gak bisa tahu segalanya, kalo kebetulan dapet pertanyaan yang kita bener2 gak tahu, mo apalagi.

Dipikir lagi gw cukup puas dengan apa gw capai hari ini. Emang nilai berapa yang gw harapin ? 1 ? Namanya juga pertama kalinya gw ujian oral, mo ngarepin dapet 1. Nenek di rumah juga ketawa. Orang asing lagi, mana pandai bersilat lidah, ngeles atau ngasih bermacam2 alasan dan rayuan selama oral pake bahasa asing. Yang penting lulus dan yang paling penting dapet tip dan pengalaman buat oral berikutnya.

Project Vordiplom 2008 sukses.
Misi darurat: save your own ass berhasil. Gw masih bisa kuliah, gak jadi DO.

Dan kayaknya gw gak nulis ujian apa2 lagi deh buat semester ini. Gak keburu lagi belajarnya. Nikmatin liburan summer terpanjang gw seumur2, gak ada praktikum, gak ada ujian, gak ada belajar intensif lagi.

Friday, February 1, 2008

Ulang Tahun ke 4

Tanggal : 1 februari 2004

Flughafen Frankfurt..
Tiba di Frankfurt pagi2, gak tau jam berapa bersama rombongan teman2 dari GCC, biro jasa kami.
Kampungnya keluar, maklum gak pernah naik pesawat sebelumnya. Sebenernya uda terkagum kagum dari transit di malay si. Tapi sekarang jerman gitu.
Udah kampungan, gobloknya juga keluar. Sumpah kalau misalnya gw pergi sendirian, gw gak tau musti gimana. Abis mendarat gak tahu musti kemana. Ngikut aja rombongan jalan ke mana dan tiba2 uda sampe di Hauptbahnhofnya Frankfurt alias centralstation.
Heh.. bentar dulu berarti tadi abis mendarat gimana aja. Waduh. Ginilah nasib orang kampung.
Duduk di ICE menuju berlin. Hari itu hari minggu. Kok rasanya keadaan di kota, desa yang kami lewatin sepi bener ya. Terbalik seperti di indo. Justru minggu tetep rame, orang pada jalan. Di sini kayaknya malah buat istirahat kali ya.
Kesan pertama.
Sampai di berlin, zoologischer garten, gw ingat karena banyak gambar binatang2nya di subway. Diantar sama yang ngurusin kami ke rumah pertama di triftstrasse, double room dengan roomate pertama gw dery. Ternyata diantara anak2 yang lain, kita doank yang kamarnya belom siap. Sial bener donk ? Engga, kita dapet kehormatan untuk 'nyicip' Gästezimmernya trift di lantai 12 biar cuma semalam. Ada yang pernah liat kamar di lantai 12 gak ? Jauh lebih bagus drpd kamar biasanya.
Abis itu diajak makan, tau gak diajak ke mana ? Ayo pikir seperti orang indonesia. Stop dulu bacanya, pasti ketebak dengan mudah deh.



Kesan pertama begitu tidak menggoda, karena emang perut lagi mual, gak abis dan emang rasanya buat gw biasa aja sampe sekarang. Gw gak bakal mau mengeluarkan uang lebih buat sekedar makan di situ. Paling ke sana cuma buat ngumpul, kalau lagi lapar mending tempat lain deh.
Tempat itu gak tau namanya, cuma sering disebut libanon.






Datum : 1. Februar 2008


Ngapain aja hari ini ? Bangun pagi2 jam 5 kurang, masuk kerja soalnya, kalau engga jangan harap gw sudi bangun jam segitu. Hari ini cuma diabisin buat kerja sama tidur.
Loh, gak kuliah nih ? Iya, kan kerja. Kuliah sambil bekerja, jadinya ada bbrp hari yang terpaksa dikorbankan. Tapi hari lain masih kuliah kok, tenang aja.
Uda ngapain aja nih selama 4 tahun di sini ? Banyak juga. Kuliah uda semester 5. Bisa dibilang lumayan lancar. 4 tahun gak berasa cepet. Lumayan lama itu. 3,5 Tahun buat Studienkolleg sama kuliah. Gak bisa lebih cepet lagi. Sebenarnya sebagian besar cerita ngapain aja selama ini bakal ada di blog ini.
Kerjaan ? Sukur uda bisa punya penghasilan tiap bulan. Bisa buat bantu orang tua dan belakangan uda lumayan bisa ngidupin diri sendiri.
Bahasa jerman ? Yah gitu deh. Hehehehe.
Life? Hmmm, kayaknya masih terasa kurang berwarna.
Apakah harapan 4 tahun lalu terpenuhi ? 4 tahun yang lalu masih belum ada bayangan apa2 cuma bisa berharap ini itu. Kalau liat sekarang sangat ok, bisa dikatakan sangat terpenuhi.
Jadi bisa dikatakan puas nih ? Enggak juga, dasarnya manusia gak pernah bisa puas. Ada aja yang kurang ini itu. Masih bisa lebih baik lagi.
Harapan ke depan ? Masih berharap bisa ngatur waktu antara kerja dan kuliah, supaya kuliah lancar, kerja juga lancar. Lebih bisa menikmati hidup, apa yang udah ada di sini.
Kayaknya kok kerja cukup mendapat perhatian khusus ? Iya, salah satu harapan yang terpenuhi sejak pertama kali datang. Hehehe.
Ada rencana gak buat hari ke depan ? Ada, yang besar Projekt Vordiplom 2008. Jadi tahun ini harus kelar, mudah2an.

Saturday, January 5, 2008

Ketika agama menjadi penghalang...

Aduh kenapa temanya kok agama, males bener ga si. Sekarang kepikiran cuma itu si -_-
Kalo ngebahas tema ini, ga bakal kelar kelar. Gw ga pengen ngajak ribut, cuma pendapat ini ga bisa hilang dari pikiran gw. Pengen tahu, ada ga yang berpikiran sama kayak gw.
Gw juga kaget, kenapa gw bisa punya pikiran kaya gini padahal gw ini ex-seminaris, yang pernah berpikiran untuk menjadi seorang pastur.

Ada sebuah ayat di Alkitab yang mengganggu gw yang berkata, tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa , kalau tidak melalui Aku ( Yesus ).
Ok, seharusnya ajaran agama itu ga boleh, ga bisa dimengerti, agama itu sebuah dogma, harus diterima aja tanpa harus banyak cingcong. Tapi ya begini deh, ada yang aneh menurut gw.
Perintah jangan mencuri, membunuh, saling mengampuni kesalahan orang, hormat orang tua dsb itu jelas, logis, diterima.
Tapi pernyataan yang ini ( catat bukan perintah ) sedikit dilematis, complicated dan membingungkan.
Kenapa ada pernyataan seperti ini ?

Agama lain sama aja, contoh islam karena mayoritas orang indo islam jadi sedikit banyak tau gimana pandangan mereka. Kalo bisa tolong dikonfirmasi.
Kalau mereka tidak pernah mengucapkan selamat hari raya kepada agama lain, karena katanya ada tertulis di Alquran untuk itu dan orang selalu mengatakan islam sebagai agama yang datang belakangan untuk menyempurnakan agama sebelumnya.
Kenapa bisa ada juga yang seperti itu ?

Mikir....

Gw si ga pernah ketemu kesan yang lain, ga tau deh kalo ada orang yang mikirnya lain.

Kedua duanya adalah suatu pernyataan yang membelokan pikiran orang untuk berpendapat :
Cuma agama ini yang benar.
Sebuah pernyataan yang menjuruskan orang untuk berpikir fanatik.

Tidak ada keselamatan kalau tidak lewat Yesus.
Lalu bagaimana dengan pemeluk agama lain ? Pasti masuk neraka donk. Gak dapet berkat dan gak akan selamat.
Tuhan punya rencana yang lain buat mereka. Rencana lain gimana , hidup cuma sekali dan kenapa mereka harus pindah agama. Toh ajarannya sama aja dan tujuannya sama, untuk mengajarkan jalan hidup yang benar. Ga ada agama yang ngajar untuk bunuh orang, nyolong, nipu dsb.
Katanya si di konsili Vatikan 2 pernah dibahas tema ini dan ada pembaharuan, di luar katolik tetep ada keselamatan.
Tapi uda terlanjur tertulis di Alkitab begitu dan ga semua orang tahu hasil konsili Vatikan 2 dan orang yang terlanjur fanatik ga bakal terima, tetap akan berpikir cuma Yesus satu satunya jalan menuju Bapa.
Yesus sayangnya berkata secara tak langsung, agama yang lain salah. Padahal waktu itu agama lain eksis dan dengan demikian dianggap salah.
Catat lagi :
Benar benar pernyataan Yesus atau editan pengarang Injil / jemaat awal untuk mem'promosikan' bukunya / agamanya ?

Pembanding :
Carlsberg probably the best bier in the world
Malaysia truly asia

Apakah itu benar ? Tidak, karena menurut banyak orang lain ada bir yang lebih enak daripada carlsberg dan ada orang juga yang berpikir dia lebih suka jalan2 di indo, china, thailand, jepang dll daripada di malaysia.


Pandangan yang ga jauh beda ada juga rupanya di agama lain, maaf mengambil contoh islam karena agama lain di indo ga banyak pemeluknya jadi sedikit asing.
Ya sama juga, mengatakan seolah olah agamanya yang paling benar. Mentang mentang muncul belakangan maka diseru serukan sebagai yang paling aktuel dengan tujuan menyempurnakan agama terdahulu. Padahal ajarannya sama, ga ada yang baru. Cuma mengusulkan tata ibadah yang lain.
Catat juga :
Jika dikatakan sebagai penyempurna kenapa kesalahan yang sama terulang, kenapa ajarannya ga ada yang baru ibarat produk lama tapi dipasarkan dengan kemasan baru atau editan juga untuk kepentingan promosi karena kalah start dari agama sebelumnya ?
Kalaupun benar Alquran turun dari langit, ga ada jaminan kalau Alquran yang sekarang itu versi originalnya. Ga ada yang tahu, setelah pindah dari generasi ke generasi, Alquran bebas edit.

Pemikiran selanjutnya :
Sang editor pasti akan melenyapkan Alquran versi aslinya untuk memusnahkan bukti 'kejahatannya'.




Analogi dengan dunia perekonomian

gw sendiri belajar teknik, bukan ekonomi. Gw ga bakal bicara tentang prinsip, hukum, teori ekonomi, cuma kenyataan pasar.

Adidas, Nike, Puma

Duh mentang mentang baru dari b5, jadi keluar deh 3 merek sepatu ini.
Niat membeli sepatu bola baru ga kesampaian. Ga ada yang bagus, sedikit pilihan dan ukuran malah muncul pikiran aneh tentang agama.

Gw bicara tentang adidas, nike dan puma yang sama2 produsen sepatu bola. Konsepnya sama ( analog=ajaran agama yang sama ),memproduksi sepatu bola yang enak dipakai, pas di kaki, bentuk dan model menarik, membuat sepatu dengan bahan mentah yang pas dan kuat, penyesuaian dengan lapangan supaya enak berlari, menendang bola dsb.
Masing masing membuat sepatunya sendiri. Lalu....
ya dijual donk di pasar. Promosi lagi, bikin iklan, mencari tim bola yang bisa disponsori ( analog= mencari jemaat, kesaksian dimana mana, menyebarkan agama )
Dan masing masing punya daerah pasaran andalannya. ( analog = punya jemaat mayoritas)



Kenapa sih orang selalu mengelompokan diri berdasar agama ? Cuma berteman dengan sesamanya ? Apakah kefanatikan sudah mendarah daging, sehingga toleransi harus bersyarat atau hilang sama sekali ?
Ketika agama menjadi penghalang, apakah pengertian sesama teman, sesama manusia cuma sebatas sesama agama.

Selama sekolah, gw selalu berada di lingkungan yang mayoritas katolik. Di jerman gw berusaha untuk melihat keluar. Gw ga pernah merasa bagian dari komunitas katolik di sini. Gw malah mencari temen yang bisa ditemenin, terserah apa agamanya.
Untuk itu gw berterima kasih kepada NUSANTARA sebagai komunitas majemuk pertama gw di sini. ( Apa dan siapa nusantara itu, ntar bakal ada titel khusus).

Back to topic,
Lalu gimana donk ini?
Pertanyaan selanjutnya buat gw cuma,
apakah kita dikerjain Tuhan dengan menurunkan agama agama yang menganggap dirinya benar dan yang lain salah ?
Atau kita adalah korban dari promosi promosi agama,
sehingga kita jadi fanatik ?

Pertanyaan selanjutnya,
mungkinkah Tuhan agama katolik, islam, budha, hindu dsb itu beda ?

Kalau benar tidak ada 1 Tuhan untuk seluruh manusia, tapi hanya ada 1 tuhan untuk 1 agama,
berarti dengan berat hati gw akan bergabung dengan penganut atheis.
Kalau Tuhan tidak lagi mutlak, maha esa, maha kuasa karena ada banyak tuhan. Sama aja kayak manusia, kuasanya tuhan terbatas oleh kuasa tuhan lain, berarti bukan tuhan maha kuasa lagi donk.
Tapi gw ga bakal atheis lah, soalnya ga ada yang tau sebenernya tuhan itu bagaimana sebelum orang mati dan gw percaya dengan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa ( untuk seluruh manusia).

Gw percaya kalo agama agama itu ga ada yang sempurna,
(quote buat pak daniel guru BI smp)
karena agama itu bikinan manusia, hasil budaya manusia. Tapi terima kasih buat agama yang kita anut, kita jadi mengenal Tuhan, bisa mengerti cara hidup yang benar.
Gw berpendapat, kalo agama itu bukan Tuhan dan Tuhan bukan agama. Tuhan itu Tuhan dan agama cuma sebagai sarana untuk beriman. Tuhan tidak punya agama. Agama tak patut disembah atau difanatikkan. Tetap saling menghormati satu sama lain.
Dewasa dalam beriman salah satunya bisa menerima dan menghormati agama lain.

Gw rasa ronaldinho tetep jago biar dia pake sepatunya gonta ganti merek. Beda sama yang skillnya mentok, biar ganti sepatu berapa kali pun tetep aja ga bakal tambah jago. Jadi buat apa ributin sepatu mana yang paling bagus. Kembali ke seleranya masing masing.

Mohon maaf kalau ada yang tersinggung.

Saturday, December 22, 2007

Sang Pemenang

Untuk melengkapi posting latar, memotivasi diri.

Ingat waktu pertama kali kita memulai kehidupan awal kita. Cuma ada 1 sel telur dan ada berjuta2 sel sperma. Di manakah lo waktu itu ? Lo adalah salah satu dari sel sperma yang berlomba2 mencari sel telur. Start dengan waktu yang hampir bersamaan dengan jalur, trek yang sama juga.
Bagaimana perjuangan waktu itu, ga ada satu orang pun yang ingat. Yang jelas lo sel pertama yang sampai di finish, mengalahkan berjuta2 saudara lo yang lain. Cuma lo satu satunya pemenang. ( Kalau bukan lahir kembar ).
Gimana perasaan lo waktu itu, menang dalam persaingan 'terberat' dalam hidup lo? Peserta balap sepeda aja kalah banyak.

Dan sekarang lo merasa hidup itu isinya cuma kegagalan, ga ada yang bisa dibanggain. Come on, you were the winner and are still the winner.
Gimana bisa sekarang lo bilang kalo hidup lo gagal ? Emang selama hidup lo gak pernah belajar sesuatu ?

Lo putus sekolah karena biaya, apa lo ga berusaha kerja buat bantu nyari uang ? Lo jadi tau apa artinya kerja keras, tau apa artinya hidup yang sebenernya, lebih dari anak sekolah yang kebanyakan ga pernah mikirin apa2 selain urusan sekolahnya.

Lo lahir di keluarga miskin, sama aja. Dibanding anak2 orang kaya, lo belajar lebih menghargai harta benda lo, belajar ngatur duit, hidup cermat daripada anak orang kaya.

Lo cacat tapi otak lo normal, lo tetep bisa gunain otak seperti orang lain. Pendidikan masih bisa lo dapet. Hati lo jadi tegar, tabah karena keterbatasan lo. Lo ga bakal jadi orang yang lembek dan lemah hati.

Biar bagaimana pun, lo masih bisa memperjuangkan sesuatu buat hidup lo. Hidup lo bakal terus berkembang, pilihan2 baru bakal tetep terbuka. Cuma mungkin lo kurang sabar, kurang jeli, ga pernah mencoba atau terlalu iri melihat orang lain sehingga membutakan mata lo akan keahlian, kesuksesan lo sendiri.

Thanks to frater yoseph buat inspirasinya.